Negeri 5 Menara

Standard

NEGERI 5 MENARA

      Tokoh utama   : 

  1. Afif Fikri dari Maninjau
  2. Raja Lubis dari Medan
  3. Said Jufri dari Surabaya
  4. Dulmajid dari Sumenep
  5. Atang dari Bandung
  6. Baso Salahuddin dari Gowa

      Sinopsis           :

Novel ini diawali dengan tokoh utama yang bernama Alif Fikri, yang telah lulus dari sekolah Madrasah dan kemudian Ibunya ingin Alif untuk masuk sekolah agama (pesantren), padahal Alif sendiri sevenarnya ingin sekolah di SMA agar bisa kuliah di ITB seperti pak Habibie. Tetapi pada akhinya, Alif mengikuti permintaan sang ibu ntuk bersekolah di pesantren, di Pondok Madani Ponorogo.

Setelah lulus ujian pesantren, Alif baru merasakan sesuatu yang baru dalam hidupnya. Kehidupan yang penuh dengan aturan-aturan yang wajib dipatuhi dan sanski apabila tidak menjalankan aturan tersebut. Di pesantren ini, Alif memiliki 5 orang sahabat dekat, yaitu Said, Raja, Dulmajid, Atang dan Baso. Ada suatu kegiatan yang sering mereka lakukan, yaitu duduk santai di bawah menara yang ada di Pesantren sambil menunggu adzan Magrib. Itulah sebabnya mereka disebut dengan “Sahibul Menara”.

Awal masuk di Pondok Madani, Alif berkenalan dengan wali kelasnya Ustad Salman. Beliau masuk ke kelas dengan membawa batang kayu dan parang yang sudah berkarat. Ia mengibaskan parang ke batang kayu itu dengan sekuat tenaga hingga batang kayu tersebut terbelah menjadi 2 bagian. “Man Jadda Wa Jadda” itulah yang diucapkan oleh beliau setelah berhasil mematangkan batang kayu tersebut dengan parang telah berkarat. Berusaha terus nebeus akan membawa keberhasilan. Itulah yang pertama kali diajarkan Ustad Salman kepada murid-muridnya, termasuk Alif. Mantera yang selalu diserukan saat masuk kelas.

      Hikmah yang dapat diambil   :

  • Berbakti kepada Orang Tua

Alif mengikuti permintaan Ibunya meskipun itu bukanlah keinginginan Alif yang sebenarnya.

  • Keikhlasan

Alif tidak memaksa kepada Orang Tuanya untuk menyekolahkannya di SMA, ia malah mengikuti apa yang dinginkan orang tuanya.

  • Motivasi

Motivasi ini terlihat saat Ayah mengajak Alif untuk menjual kerbau.Disini bisa dipetik pelajaran, kita harus berani mengetahui sesuatu.

  • Persahabatan

Persahabatan ini ditunjukkan oleh Alif dan sahabant-sahabatnya ( Sahibul Menara) yang selalu kompak, bahkan sudah terlihat seperti saudara.

  • Kerja Keras
  • Kreativitas
  • Jujur
  • Bisa menentukan prioritas

Ini terlihat saan Baso harus meniggalkan kegiatan belajar di Pesantren dan lebih memilih pulang ke Gowa karena neneknya sakit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s