AKUNTANSI INTERNASIONAL

Standard

MAKALAH

AKUNTANSI INTERNASIONAL

OLEH :

AMALIA HUSNA (20211645)

KELAS : 4EB03

UNIVERSITAS GUNADARMA

DEPOK

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun  isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam penulisan selanjutnya.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

                                                                                      Jakarta, 8 April 2015

                                                                                                                  Amalia Husna

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ……………………………………………………………………………………………… i

Daftar Isi ………………………………………………………………………………………………………. ii

BAB I

  • Latar Belakang …………………………………………………………………………………….    1

BAB II

  • Keuntungan Harmonisasi Internasional ………………………………………………….      2
  • Kritik terhadap Standar Internasional ……………………………………………………..     2
  • Rekonsiliasi dan Pengakuan Bersama …………………………………………………….    3
  • Evaluasi ……………………………………………………………………………………………..     4
  • Ikhtisar Organisasi Besar Internasional Yang Mendukung Konvergensi

Akuntansi ………………………………………………………………………………………….               4

  • International Accounting Standars Board ………………………………………………       5
  • Uni Eropa (Europen Union-EU) …………………………………………………………..        5
  • Organisasi Internasional Komisi Pasar Modal (IOSCO) ………………………….        6
  • Federasi Internasional Akuntan (IFAC) ………………………………………………..        6
  • Kelompok Kerja Antar Pemerintah Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk

Pakar dalam Standar Internasional Akuntansi dan Pelaporan (ISAR) ……….                7

  • Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) …………..      7

BAB III

  • Kesimpulan ……………………………………………………………………………………….      8

DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUAN

  • Latar Belakang

Upaya harmonisasi akuntansi di seluruh dunia sebenarnya dimulai sebelum Komite Standar Akuntansi Internasional (IASC) didirikan pada tahun 1973. Upaya harmonisasi akuntansi menjadi semakin pesat pada dasawarsa 1990-an, sesuai dengan berkembangnya globalisasi bisnis internasiional dan pasar surat berharga, serta meningkatnya pencantuman saham oleh banyak perusahaan.

Standar yang terharmonisasi bersifat kompatibel, sehingga tidak mengandung pertentangan. Sesuai dengan istilah yang diasosiasikan Dewan Standar Akuntansi Internasional (IASB), konvergensi standar akuntansi internasional dan nasional mencakup penghapusan berbagai perbedaan secara perlahan melalui upaya kerja sama antara IASB, penentu standar nasional, dan kelompok lain yang menginginkan solusi terbaik bagi persoalan akuntansi dan pelaporan. Oleh karenanya, pemahaman yang mendasari harmonisasi dan konvergensi sangat terkait erat. Harmonisasi secara umum bermakna penghapusan perbedaan antara berbagai standar yang sudah ada, sementara konvergensi adalah bisa mencakup pembuatan standar baru yang belum tercantum dalam standar yang sudah ada.

BAB II

ISI

  • Keuntungan Harmonisasi Internasional

Sebuah tulisan terbaru juga mendukung adanya suatu “GAAP global” (prinsip akuntansi yang berlaku umum). Beberapa manfaat yang disebutkan antara lain:

  1. Standar laporan keuangan berkualitas tinggi yang digunakan secara konsisten diseluruh dunia dapat meningkatkan efisiensi dalam alokasi modal. Biaya modal akan dikurangi.
  2. Para investor dapat mengambil keputusan yang lebih baik dalam berinvestasi. Portofilio lebih bermacam-macam dan risiko keuangan dapat dikurangi. Transparasi dan persaingan dipasar global akan lebih terjaga.
  3. Perusahaan – perusahaan dapat meningkatkan strategi dalam mengambil keputusan mengenai merger dan akuisisi area usaha.
  4. Pengetahuan dan keahlian akuntansi dapat ditransfer tanpa batasan ke seluruh dunia.
  5. Ide – ide terbaik yang muncul dari aktivitas berstandar nasional dapat ditonjolkan dalam mengembangkan standar global dengan kualitas terbaik.
  • Kritik terhadap Standar Internasional

Internasionalisasi standar akuntansi juga menuai kritik. Pada awal tahun 1971 (sebelum pembentukan IASC), sebagian orang mengatakan bahwa standar internasional terlalu sederhana untuk memecahkan masalah yang rumit. Dinyatakan pula bahwa akuntansi, sebagai ilmu sosial, telah memiliki flesibilitas yang terbangun dengan sendiri di dalamnya dan kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan situasi yang sangat berbeda merupakan salah satu nilai terpenting yang dimilikinya. Pada saat standar internasional diragukan dapat menjadi fleksibel untuk mengatasi perbedaan-perbedaan dalam latar belakang, tradisi, dan lingkungan ekonomi nasional, maka beberapa orang berpendapat bahwa hal ini akan menjadi sebuah tantangan yang secara politik tidak dapat diterima terhadap kedaulatan nasional.

Lebih jauh lagi, ditakutkan bahwa adopsi standar internasional akan menimbulkan “standar overload”. Perusahaan harus merespon terhadap susunan tekanan nasional, politik, social, dan ekonomi yang semakin meningat dan semakin dibuat untuk memenuhi ketentuan internasional tambahan yang rumit dan memakn biaya yang besar.

Proses menjadikan standar akuntansi menjadi suatu standar internasional juga menimbulkan kritik. Kritik tersebut antara lain :

  • Sebagian orang mengatakan bahwa standar internasional terlalu sederhana untuk memecahkan masalah yang rumit. Para kritikus bersikeras bahwa kemampuan untuk beradaptasi terhadap situasi – situasi yang sangat berbeda merupakan nilai terpenting dari akuntansi. Para kritikus ragu jika standar international dapat cukup fleksibel untuk mengatasi perbedaan-perbedaan latar belakang, tradisi dan lingkungan ekonomi disetiap negara.
  • Anggapan bahwa ketika institusi keuangan international dan pasar international bersikeras menggunakan standar internasional, hanya firma-firma akuntansi internasional luaslah yang akan mampu memenuhi tuntutannya.
  • Munculnya ketakutan bahwa penggunaan standar internasional akan menciptakan ‘standar overload’.
  • Kritikus bersikeras bahwa standar internasional tidaklah cocok untuk perusahaan-perusahaan kecil dan menengah, terutama perusahaan yang tidak terdaftar akuntabilitas publik.
  • Rekonsiliasi dan Pengakuan Bersama

Dua pendekatan yang diajukan sebagai solusi yang mungkin digunakan untuk mengatasi permasalahan yang terkait dengan isi laporan keuangan lintas batas:

  1. Rekonsiliasi

Melalui rekonsiliasi, perusahaan asing dapat menyusun laporan keuangan dengan menggunakan standar akuntansi negara asal, tetapi harus menyediakan rekonsiliasi antara ukuran-ukuran akuntansi yang penting (seperti laba bersih dan ekuitas pemegang saham) di negara asal dan di negara dimana laporan keuangan dilaporkan.

  1. Pengakuan bersama (yang juga disebut sebagai “imbal balik” / resiprositas)

Pengakuan bersama terjadi apabila pihak regulator di luar negara asal menerima laporan keuangan perusahaan asing yang didasarkan pada prinsip-prinsip negara asal.

  • Evaluasi

Perdebatan mengenai harmonisasi mungkin tidak akan pernah terselesaikan dengan penuh. Beberapa argumen yang menentang harmonisasi mengandung sejumlah kebenaran. Namun demikian, semakin banyak bukti menunjukkan bahwa tujuan harmonisasi internasional akuntansi, pengungkapan, dan audit telah diterima begitu luas sehingga tren yang mengarah pada harmonisasi internasional akan berlanjut atau bahkan semakin cepat. Sejumlah besar perusahaan secara sukarela mengadopsi Standar Prlaporan Keuangan Internasional (Internasional Financial Reporting Standards-IFRS). Banyak negara telah mengadopsi IFRS secara keseluruhan, menggunakan IFRS sebagai standar nasional atau mengizinkan penerapan IFRS. Perbedaan nasional dalam faktor-faktor dasar yang menyebabkan perbedaan dalam akuntansi, pengungkapan, dan praktik audit semakin sempit karena pasar modal dan produk semakin internasional.

  • Ikhtisar Organisasi Besar Internasional Yang Mendukung Konvergensi Akuntansi
    Enam organisasi telah menjadi pemain utama dalam penentuan standar akuntansi internasional dan dalam mempromosikan harmonisasi akuntansi internasional :
  1. Badan Standar Akuntansi International (IASB)
  2. Komisi Uni Eropa (EU)
  3. Organisasi Internasional Komisi Pasar Modal (IOSCO)
  4. Federasi Internasional Akuntan (IFAC)
  5. Kelompok Kerja Ahli Antarpemerintah Perserikatan Bangsa-bangsa atas Standar Internasional Akuntansi dan Pelaporan (International Standars of Accounting and Reporting – ISAR), bagian dari Konferensi Perserikatan Bangsa-bangsa dalam Perdagangan dan Pembangunan (United Nations Conference on Trade and Development –UNCTAD)
  6. Kelompok Kerja dalam Standar Akuntansi Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OEDC Working Group)
  • International Accounting Standars Board

Interntional Accounting Standars Board (IASB), yang tadinya bernama ISAC merupakan badan penetapan standar independen untuk sektor pribadi yang didirikan pada 1973 oleh organisasi akuntansi profesional di 9 negara dan di rekstrukturasi di tahun 2001.

Badan Standar Akuntansi Internasional

Tujuan IASB adalah :

  1. Mengembangkan, untuk kepentingan publik, seperagkat standar akuntansi dunia berkualitas tinggi, mudah dimengerti dan tidak sulit dilaksanakan, yang menuntut informasi berkualitas tinggi, transparan dan sebanding mengenai laporan.
  2. Memajukan penggunaan dana dan penerapan yang tepat dari standar-standar yang dibuat.
  3. Memperhatikan kebutuhan khusus perusahaan kecil menengah dan perkembangan ekonomi guna memenuhi tujuan diatas.
  4. Meningkatkan kualitas konvergensi standar akuntansi disetiap negara serta Standar Akuntansi Internasional dan Standar Pelaporan Keuangan Internasional.

Struktur IASB yang Baru

  1. Dewan Pengurus
  2. Badan pengurus IASB
  3. Dewan Penasihat Standar
  4. International Financial Reporting Interpretations Commitee (IFRIC)
  • Uni Eropa (Europen Union-EU)

Salah satu tujuan EU adalah untuk mencapai penggabungan pasar keuangan Eropa. Untuk tujuan ini, Eropa telah memperkenalkan instruksi dan melaksanakan prakarsa besar untuk :

  1. Meningkatkan modal untuk basis Uni Eropa
  2. Menetpkan kerangka hukum bersama dalam pasar sekuritas dan
  3. Mencapai satu susunan standar akuntansi bagi perusahaan – perusahaan yang terdaftar
  • Organisasi Internasional Komisi Pasar Modal (IOSCO)

Organisasi Internasional Komisi Pasar Modal (International Organization of Securities Commissions-IOSCO) terdiri atas regulator sekuritas yang berasal lebih dari 100 negara. IOSCO bertujuan untuk :

  1. Bekerja sama bersama untuk memajukan peraturan standar tinggi agar dapat memelihara pasar yang adil, efisien dan baik.
  2. Bertukar informasi tentang pengalaman setiap negara guna memajukan perkembangan pasar domestik.
  3. Menyatukan usaha setiap negara untuk membuat standar dan pengawasan yang tepat terhadap transaksi sekuritas di setiap negara.
  4. Saling membantu memajukan integritas pasar dengan menerapkan standar-standar secara teliti dengan menindak segala pelanggaran.

IOSCO telah bekerja secara ekstensif dalam pengungkapan dan standar akuntansi internasional untuk memfasilitasi kemampuan perusahaan meningkatkan modal secara efisien di pasar sekuritas dunia. Tujuan utamanya adalah untuk memfasilitasi proses dimana penerbit efek kelas dunia dapat menambah modal dengan cara paling efektif dan efisien disemua pasar modal dimana tuntutan investor tidak terjawab. IOSCO bekerja sama dengan IASB dan salah satu kegiatannya adalah menyediakan input terhadap proyek IASB.

  • Federasi Internasional Akuntan (IFAC)

IFAC merupakan organisasi tingkat dunia yang memiliki 160 organisasi anggota di 120 negara, yang mewakili lebih dari 2,5 juta orang akuntan. Didirikan tahun 1977, dimana misinya adalah memperkuat profesi akuntansi diseluruh dunia dan memberikan peran terhadap perkembangan ekonomi internasional yang kuat dengan mendirikan dan memajukan kesetiaan terhadap standar profesional berkualitas tinggi dan berbicara mengenai masalah kepentingan publik dimana keahlian profesi tersebut lebih relevan.

Dewan IFAC memiliki seorang perwakilan dari setiap organisasi anggota IFAC. Dewan ini terdiri dari para individu yang berasal dari masing – masing negara anggotanya. Dewan memilih badan pengurus IFAC yang akan mengemban tanggung jawab terhadap penyusunan kebijakan dan menjadi pengawas operasional IFAC, pelaksanaan program-program, dan pekerjaan komite serta kelompok penyusunan standar IFAC.

  • Kelompok Kerja Antar Pemerintah Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pakar dalam Standar Internasional Akuntansi dan Pelaporan (ISAR)

ISAR dibentuk pada tahun 1982 dan merupakan satu-satunya kelompok kerja antar pemerintah yang membahas akuntansi dan audit pada tingkat perusahaan. Cita-citanya adalah memajukan transparasi, reliabilitas, dan keterbandingan akuntansi dan pelaporan badan hukum, begitu pun untuk meningkatkan pengungkapan pada penguasaan badan hukum oleh perusahaan-perusahaan di negara berkembang dan yang mengalami transisi ekonomi. Dalam pencapaian cita-citanya, ISAR melalui proses penelitan terintegrasi, pembanguna konsesus antar pemerintahan, penyebaran informasi dan kerja sama teknis. IAR merupakan pendukung awal pelaporan lingkungan dan prakarsa terkini difokuskan terhadap penguasaan dan akuntansi badan hukum oleh perusahaan kecil dan menengah.

  • Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD)

OECD merupakan organisasi internasional yang terdiri atas 30 negara perkeonomian pasar (sebagian besar negara industri). Dengan keanggotaan yang terdiri dari Negara-negara industry maju yang lebih besar, OECD sering menjadi penyeimbang bagi badan lainnya (seperti PBB atau Konfederasi Internasional Persatuan Perdagangan Bebas) yang telah membangun kecenderungan untuk melakukan tindakan kontradiktif dengan keinginan anggotanya.

 

BAB III

K E S I M P U L A N

  • Kesimpulan

Banyak orang sekarang yakin bahwa penggabungan internasional merupakan hal yang penting untuk mengurangi peraturan yang merintangi sehingga menjadikan usaha penggalangan modal lintas batas lebih mudah. Perdebatan sekarang tidak lagi mengenai bagaimana melakukan penggabungan atau apakah harus melakukan penggabungan. Meskipun perbedan negara dalam faktor lingkungan yang memengaruhi perkembangan akuntansi (misalnya sistem penguasaan dan keuangan badan hukum) masih akan ada, sistem pelaporan keuangan akan bergabung seiring dengan pasar modal internasional yang lebih berorientasi pada investor. Badan Standar Akuntansi Internasional sedang berada dipusat pergerakkannya. Sekarang ini, sulit untuk menangani masalh peraturan dalam pasar modal dan bursa saham tanpa mempertimbangkan penggabungan prinsip akuntansi, pengungkapan dan audit.

DAFTAR PUSTAKA

Choi, Frederick. D. S. dan Gary K. Meek.2010.International Accounting Edisi 6 Buku 1.Jakarta:Salemba Empat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s